Daya Tarik Wisata Religi Masjid Kuno Bayan

Ditulis Oleh : Raeysa Transport

Daya Tarik Wisata Religi Masjid Kuno Bayan

Selain punya Islamic Center sebagai objek wisata religi, Lombok juga punya masjid tertua atau masjid kuno di daerah Lombok Utara. Yoi, nama nya Masjid Kuno Bayan. Lebih tepatnya, masjid ini terletak di Belek, Karang Bajo, Bayan, Kabupaten Lombok Utara atau sekitar 80 km dari ibu Kota Mataram. Untuk sampai di objek wisata ini, anda bisa akses dari Kota Mataram – Senggigi – Pemenang – Tanjung – Gangga – Anyar – Bayan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bentuk masjid ini sangat sederhana tapi punya keistimewaan tersendiri yaitu, merupakan salah satu situs yang bersejarah di Indonesia. Bangunan masjid ini berukuran 9 x 9 meter. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan fondasi lantai terbuat dari batu-batu kali. Lantainya terbuat dari tanah liat yang beralaskan tikar buluh dan atapnya terbuat dari jerami. Karena ukuran masjid yang terbilang kecil, masjid ini hanya bisa menapung sekitar 40 orang saja. Akan tetapi tidak sembarang orang bisa masuk ke masjid ini.

Pada tahun 1640, Sunan Pengging pengikut Sunan Kalijaga, datang ke Lombok dan menikah dengan putri kerajaan Parwa. Hal ini membuat kecewa raja Goa dan akhirnya menduduki Lombok. Sunan Pengging yang juga dikenal Pangeran Mangkubumi melarikan diri ke Bayan dan sekaligus menjadikan Bayan sebagai pusat kekuatan aliran yang disebut Islam Wektu Telu. Masjid bayan dibangun oleh seorang penghulu bernama Titi Mas, penghulu yang merupakan orang pertama yang memeluk agama Islam. Beliau dimakamkan di sekitar halaman masjid bersama alim ulama lain di Pulau Lombok.

Masjid ini berdiri sejak abad ke-17, yang kurang lebih umur masjid sekitar 300 tahun. Kecamatan Bayan memang menjadi salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di masjid inilah, pertama kali islam diperkenalkan dan merupakan masjid yang pertama kali berdiri di Pulau Lombok.

Kini Masjid Bayan sudah tidak lagi digunakan untuk sehari-hari tapi digunakan hanya untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad. Untuk ikut merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad, wisatawan yang datang harus mengikuti aturan untuk menggunakan baju adat seperti sapuq dan dodot.

 

Referensi : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Artikel dan Blog Lainnya

Mau sewa mobil apa..?

yuk konsultasi transportasi yang dibutuhkan bersama Raeysa Transport.

Hubungi Kami

Raeysa Transport